Wednesday, September 24, 2014

Objek Wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya

Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan kategori strato atau gunung yang mirip kerucut dengan ketinggian 2.167 mdpl. Di kawasan ini terdapat 2 Objek Wisata Alam Indonesia yang bisa dikunjungi, yaitu Danau Kawah dan Pemandian Cipanas. 


Dari pintu masuk, jika Anda ingin ke lokasi kawah maka ambillah jalan ke kiri, sedangkan yang akan ke Pemandian Cipanas mengambil jalan ke arah kanan. Untuk menuju lokasi Danau Kawah yang ada di Objek Wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya, Anda akan melewati sekitar 620 anak tangga yang menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto. Di dasar kawah, Anda dapat menikmati pesona alamnya yang eksotis dan menarik. Di lokasi tersebut juga terdapat sungai dari resapan Danau Kawah, gua, terowongan air menuju Sungai Cibanjaran dan Cikunir, serta masjid. Sementara itu, lokasi Pemandian Cipanas tidak begitu jauh dari pintu masuk dan dapat di akses dengan berjalan kaki.

Di kawasan seluas 3 ha ini terdapat 2 lokasi pemandian, masing-masing dikelola oleh pemerintah daerah setempat dan Perhutani. Di kawasan ini terdapat kolam renang, kamar mandi, dan bak berendam. Selain kedua objek tadi, di kawasan Objek Wisata Gunung Galunggung ini juga terdapat wahana wisata seluas 120 ha. Udaranya segar dan enak untuk dijadikan tempat bersantai dan berkemah. Objek Wisata Gunung Galunggung terletak di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 20 km dari Tasikmalaya. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, sebaiknya tururn di Terminal Bus Tasikmalayadan melanjutkan perjalanan dengan angkutan kota jurusan Terminal-Galunggung-Singaparna dengan ongkos sekitar Rp 5000,-per orang atau menyewa jasa ojek maupun pick up. Jika belum dinaikkan oleh pihak pengelola, harga tiket masuk di kawasan Objek Wisata Gunung Galunggung ini sekitar Rp 3000,- per orang. Sama seperti Objek Wisata Gunung Dempo pada artikel Wisata Gunung sebelumnya, di kawasan Objek Wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya ini juga terdapat berbagai fasilitas, seperti areal parkir yang luas dan aman, masjid, kafe, sarana bermain anak-anak, kolam renang, arena pertunjukkan, tempat berkemah, dan pusat pembelian oleh-oleh. Soal penginapan, tersedia wisma maupun hotel dengan tarif beragam.

Sunday, September 21, 2014

Wisata Air Terjun Curug Nangka Bogor

Curug Nangka merupakan wisata yang berupa Air Terjun dibawah naungan RPH Gunung Bunder, BKPH Bogor KPH Kabupaten Bogor. Air terjun yang satu ini mempunyai 3 tahapan, dengan masing - masing memiliki ketinggian antara 10 - 20 m. Masih di kawasan yang sama terdapat juga dua buah curug lagi yaitu Curug Kawung dan Daun.
Curug ini bukan hanya menjadi lokasi favorit warga lokal namun juga banyak dikunjungi oleh warga ibukota yang datang dari Jakarta, Bandung dan sekitarnya. Memang bisa dimafhumi mengingat cukup mudah untuk menjangkau curug ini karena tak begitu jauh dari kota Bogor. Curug ini berjarak sekitar 500-an meter dari loket tempat memarkir kendaraan bermotor. Tempat parkirannya tidaklah terlalu besar makanya sebaiknya Anda datang lebih pagi supaya kebagian tempat parkir. 

Curug Nangka Bogor Tak jauh dari lokasi parkian Anda akan menemukan banyak warung yang menawarkan gorengan, kopi, atau mie rebus. Warungnya memang sederhana namun karena alam sekitarnya yang sangat indah dengan udaranya yang sejuk maka segala apapun yang disajikan terasa maknyus. Dari warung-warung tersebut pengunjung harus berjalan sekitar 40 menit untuk mencapai curug dengan kondisi jalan yang berkelok dan berbukit. Di sepanjang perjalanannya Anda bisa mengabadikan momen yang menakjubkan dan sangat mengesankan. Dan setelah sampai di curug maka rasa lelah dan capek seakan terbayar lunas oleh keeksotisan dan keindahan air terjunnya. Pintu Gerbang Curug Nangka Foto Pintu Gerbang Wisata Curug Nangka Dari Gerbang untuk sampai di lokasi Curug melewati jalan yang luasnya tidak terlalu luas namun menyuguhkan pemandangan yang indah dan asri, bahkan tidak jarang kita akan menjumpai kera - kera yang berkeliaran. Jalan Menuju Curug Nangka Jalan di sekitar wisata Curug Nangka Biasanya pengunjung yang datang kesini seakan tak mau membuang kesempatan untuk mandi bersama dibawah curug sembari bermain air. Sungguh akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bila Anda berkesempatan mengunjungi curug ini. 

Info Lokasi : Alamat Lengkap Curug Nangka terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Bogor, Propinsi Jawa Barat - Indonesia. Berada pada titik Koordinat GPS: 6° 40' 4.12" S 106° 43' 37.09" E. Harga tiket masuk Curug Nangka adalah Rp.10.000,-. (Tarif tersebut dapat berubah sewaktu - waktu). 

Rute ke Curug Nangka Bogor 
Akses menuju lokasi Curug ini sebenarnya sangat mudah diakses dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, namun yang paling asyik dan menyenangkan tentu berwisata dengan meggunakan kendaraan roda dua. Untuk lebih lengkapnya berikut petunjuk jalan menuju objek wisata Curug Nangka Bogor; 
Cara ke Curug Nangka dengan Kendaraan Pribadi : Dari bogor menuju Jalan Raya Ciapus, kemudian di jalan Capus cari hotel The Highland Park Resort karena hotel ini sangat terkenal. Nanti didekat hotel The Highland Park Resort ada pertigaan jalan yang menuju Wana Wisata Curug Nangka, lihat saja plang petunjuk jalan disana tertera dengan ukuran tidak terlalu besar. 
Menggunakan alat transportasi kendaraan Umum :Jika menggunakan angkutan umum anda bisa menggunakan angkot 03 jurusan Bogor - Ciapus yang berangkat dari terminal Ramayana Bogor. Kemudain berhenti di pertigaan sebelum pintu gerbang. Dilanjutkan dengan belok kiri kearah Curug Nangka, sedangkan ke sebalah kanan ialah menuju arah Curug Luhur. Selanjutnya dari pertigaan di atas (pemberhentian akhir angkot) perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menuju pintu gerbang yang jaraknya kurang lebih 700 meter.

Wednesday, August 27, 2014

Mega Wisata Icakan Ciamis

Icakan, adalah tempat rekreasi terbaru yang terdapat didaerah Ciamis Jawa barat. Tepatnya, dikawasan Baregbeg cikacang Ciamis. Nama icakan diambil dari nama daerah setempat, yaitu Cikacang yang artinya air kacang, Ci berarti Cai (Sunda) yang berarti air. Konon daerah tersebut merupakan penghasil kacang-kacangan di wilayah Ciamis.

Mega wisata Icakan ini milik perusahan Mega Baja, yang mana sebagian besar masyarakat di daerah ini bekerja dan banting tulang menggeluti besi dan baja yang berkelana ke daerah jakarta, bandung dan ke berbagai kota lainnya di indonesia
Tempat wisata Icakan ini sepertinya menjadi primadona baru bagi kalangan masyarakat Ciamis pada khususnya umumnya bagi masyarakat Priangan Timur.
biaya masuk per orang diatas umur 3 tahun hanya Rp.5.000.satu mobil itu bayar lagi Rp.5.000
satu mobil itu bayar lagi Rp.5.000.
Wahana dan wisata yang eksotis dengan konsep modern yang harmoni dengan alam. Selain menyajikan suasana alam yang asri, teduh, nyaman, dan aman. Icakan juga menyediakan berbagai macam tempat untuk berbagai macam aktifitas.

WaterBoom dengan kelas Nasional, danau yang luas dengan ribuan koi, saung khas sunda yang rindang, dan berbagai macam aktifitas yang menarik, unik, mengasikkan dan penuh dengan petualangan bagi anak-anak, remaja dan dewasa pun bisa kita rasakan di sini.

Objek wisata Cadas Ngampar - Ciamis

Objek wisata Cadas Ngampar, apa sih objek wisata Cadas Ngampar ini? Cadas adalah lapisan tanah yang keras atau batu yang terjadi dari padatan pasir atau tanah atau kata lainnya lagi adalah batu. Sedangkan ngampar berasal dari bahasa sunda yang artinya bisa lesehan, tergeletak atau berserakan. Jadi kalau dilihat dari setiap kata-kata itu Cadas Ngampar adalah sebuah objek wisata yang dipenuhi batuan dimana-mana. 

 
Cadas ngampar adalah sebuah sungai yang airnya berasal dari gunung tugu di kecamatan Sadananya dan disungai itu dipenuhi bebatuan yang katanya dulu berasal dari letusan gunung sawal kecamatan kawali. Cadas Ngampar terletak di desa Gunung Sari, kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, letaknya kira-kira 15 km dari pusat kota. Bisa ditempuh dengan waktu empat puluh lima menit dengan kendaraan pribadi. Oke kawan traveler Cadas Ngampar ini adalah rekomendasi buat traveler yang lagi bersaku tipis tapi gak pernah tahan buat diam bengong dirumah tiap ada liburan, yang diidam-idamkan adalah jalan-jalan kemana saja yang penting jalan-jalan, ini nih tempatnya murah meriah saking murah meriahnya ini mesti pake banget jadi murah meriah banget, penggunaan kata yang gak efektif tapi memang inilah kenyataannya. Cadas Ngampar ini masih sangat alami air yang mengalirnya bening-ning-ning alias jernih banget trav suasana disana juga masih asri banget, dikelilingi sama yang namanya pesawahan dan pohon-pohon besar. Sobat traveler bisa seru-seruan foto-foto gila disana, berenang dengan jalur ektream yang sudah difasilitasi oleh alam secara langsung, gak segan-segan batu-batu disini besar-besar berjemur ala bule disini juga bisa terlebih ini matahari desa lebih bagus loh. Traveler gak mau ambil resiko badan merah-merah karena kena batu? Atau khawatir kepentok kepalanya gara-gara kepeleset pas lagi lompat dari batu sana-sini? Jangan khawtir kalau sobat enggak suka yang namanya renang alami disungai, disana ada kolam renang buatan, tempatnya gak jauh dari sana, masuknya gak mahal kurang dari Rp 5000,- saja bos. Tapi rugi loh jauh-jauh ke Cadas Ngampar tapi berenangnya dikolam renang, daripada nanggung mending nyebur langsung toh. Ingat perjalanan jauh kalu nyeburnya dikolam renang saja mending disekitaran rumah aja. cadas1Nah-nah-nah kalau sobat traveler tiba-tiba kelaparan dan gak bawa makanan gampang disana ada jasa pembuatan nasi liwet tinggal pesen nasi liwet jadi deh, mau pake apapun bisa, sambel, ikan asin, kerupuk, ayam, ikan, apapun menunya pasti jadi enak traveler soalnya kan habis capek-capek berenang. Untuk rekomendasi lebih baik membuat nasi liwet sendiri traveler lebih asyik, lebih nikmat, lebih alami, lebih kerasa capeknya dan pastinya lebih murah. Cara makannyapun masih alami pake daun pisang sebagai piring dan tangan sebagai sendok, dijamin pasti nikmat sama sambel dan kerupung doang juga. Untuk jalan menuju Cadas Ngampar mudah saja kok jika traveler tidak membawa kendaraan ada yang namanya angkot 05 jurusan desa Sadananya tersedia banyak diterminal, jika sampai desa Sadananya saja ongksnya Rp 4000,- dari sana bisa dengan jalan kaki kalau traveler emang mepet banget nih gak punya duit, perjalanannya sejam aja, tinggal tanya arah sama orang-rang asli sana, yang jelas pasti sudah tahu lokasinya tetapi jika gak mau ambil ribet kayak gitu traveler bisa menyewa angkot itu sampai lokasi mungkin di tambah Rp 2000,- tapi jika dapet yang rese mungkin jadi Rp 3000,- biasanya tergantung jumlah penumpang jadi mendingan rame-rame ya kalau kesana, pulangnya traveler charter angkot itu buat jemput balik, soalnya angkot daerah sini enggak dua puluh empat jam, jam lima saja sudah tidak ada. Jujur buat rekomendasi mending bawa kendaraan sendiri mtor juga gak apa-apa daripada ribet toh. Kalau kemaleman gimana? Untuk penginapan didaerah Sadananya sendiri belum ada, maklum bener-bener desa ada dua alternatif nih, pertama kamu bisa nginep di hotel di kabupaten Ciamis, kalau disana banyak kok, tinggal milih dan harganya bervarias tapi kebanyakan murah-murah seratus ribu semalam juga udah dapet. Sedangkan pilihan yang kedua ini buat si traveler yang berjiwa petualang banget, pencinta alam banget, kalian bisa langsung naik gunung Tugu, gunung itu sudah biasa dijadikan tempat kemah, naik gunung siswa, mahasiswa dan penduduk lokal sana, view yang di tawarkannya asri bianget coy. Harga naik gunung gak ada gratis kok syarat dan ketentuan naik gunungnya sama kok sama syarat gunung-gunung lain, menjaga lingkungan, jangan asal, jangan sara dan tetap hati-hati ya. Traveler gak bakal rugi kok berwisata ke Cadas Ngampar, oh iya hampir lupa kenapa Cadas Ngampar ini disebut sebagai wisata yang murah banget, karena masuk sini gratis loh. Jadi Cuma nyiapin biaya perjalanan sama makan, kan tidur bisa naik gunung. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui atau sekali tepuk dua nyamuk mati mungkin dua pribahasa inilah yang bisa dijadikan pribahasa ketika berwisata ke Cadas Ngampar, kita bisa menikmati wisata yang asri dan benar-benar alami serta kita bisa naik gunung. Buat para traveler yang cinta alam cocok banget nih. Sungai berbatu besar yang banyak emang ada dimana-mana, Jakarta, bogor, jogja, bekasi ataupun lainnya tapi yang benar-benar masih jernih dan alami hanya ada di kabupaten Ciamis. Bengng terus sambil baca artikel tidak akan membuat rasa penasaranmu terhadap Cadas Ngampar terpenuhi loh. Kunjungi sekarang juga..

Thursday, June 5, 2014

Wisata Curug Cibolang - Curug Tujuh

Berwisata ke Curug (air terjun) sangat menyenangkan, karena tempatnya yang sejuk dan dikelilingi pepohonan, seperti salah satu tempat wisata curug ini yang menawarkan keindahan alamnya. untuk info lebih lengkapnya, silahkan baca tautan di bawah ini :

Nama lain dari Curug Cibolang adalah Curug Tujuh. Sesuai dengan namanya curug ini mempunyai 7 (tujuh) buah air terjun (curug) yang tersebar dan tidak berjauhan letaknya.  Bahkan curug 4 dan 5 letaknya berdampingan hanya terpisah kurang lebih 2 meter jaraknya, sehingga dengan demikian untuk dapat menikmati keindahan dan keasrian ketujuh air terjun tersebut, adalah dengan cara mengitari bukit, menapaki jalan setapak mulai dari kaki ke puncak bukit dan kembali lagi.

Setiap curug ini memiliki nama yaitu, Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Cimantaja, Curug Cileutik dan Curug Cibuluh. Ketujuh curug ini mengalirkan air ke sungai Cibolang dan Cimantaja. 

Curug ini berada di dalam Kawasan Wana Wisata Curug Tujuh di RPH Panjalu BKPH Ciamis KPH Ciamis, dengan luas sekitar 40 ha yang dikelilingi Bukit Ciparang dan Cibolang di kaki Gunung Sawal.  Kawasan ini terletak pada ketinggian antara 800-900 m dpl dengan suhu  udara berkisar 17-18C.

Keberadaan Curug ini mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan kebanyakan air terjun lain pada umumnya, karena air terjun ini tidak pernah surut sekalipun di musim kemarau, dan air yang mengalir mengandung unsur belerang yang berkhasiat untuk penyembuhan beberapa penyakit.


LegendaSumber air curug ini berasal air Cimantaja yang menurut mitos bahwa cimantaja yang berarti air mata raja. Konon dahulu kala ada sorang penguasa atau raja yang pada suatu waktu merasa sangat prihatin melihat keadaan diwilayahnya akibat kemarau panjang. Air tidak ada dan tanah kering kerontang, sehingga rakyatnya dirundung sengsara berkepanjangan. Sang raja kemudian bertapa untuk memohon supaya diturunkan hujan agar keadaan negerinya pulih seperti sedia kala. Namun usahanya itu tidak mendapat jawaban dari pernguasa alam.   Karena tak membuahkan hasil hati sang raja merasa sedih dan kesedihannya itu membuat sang raja menangis. Saat itulah keajaiban terjadi, air mata raja yang terus turun perlahan-lahan berubah menjadi genangan air jernih dan semakin membesar sehingga membentuk aliran air yang akhirnya terpecah dan jatuh di tujuh buah tebing. Berkat air curug tersebut keadaan negara pun kembali sejahtera.
Curug Cibolang
Setelah membeli karcis dan masuk pintu di pintu gerbang langsung akan ditemui jalan setapak berbatu yang menanjak dengan bentuk tangga.  Kemiringan jalan ini mencapai hampir 45 derajat.  Di ujung tangga ini akan ditemui percaangan jalan dengan papan petunjuk lokasi curug Cibolang berada.  Untuk curug satu hingga lima ke arah kanan sedangkan curug enam dan tujuh ke arah kiri.
 



Kita mulai dari curug satu, dari tempat petunjuk arah tadi kita harus berjalan lagi sekitar 5 menit jarak yang harus ditempuh antara curug satu dengan yang lainnya, kecuali curug satu & dua dan Curug empat & Curug lima karena berdekatan lokasinya. Curug satu adalah curug yang paling besar dengan ketinggian hampir mencapai 120 meter dengan lebar sekitar 15-20 meter dan disisi kirinya terdapat tebing datar, sedangkan lokasi curug dua berada dibawahnya tapi menurut saya sih ga terlalu keliatan curug ke-2 ini.
Untuk menuju curug selanjutnya kita harus melewati curug satu jadi mau ga mau kita akan merasakan segarnya air curug dan bagi yang mau berendam atau dipijat oleh jatuhan air bisa juga. Dan konon kabarnya di salah satu curug ini ada yang yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit. ”Karena air terjun yang mengalir berasal dari kawah Gunung Sawal diketahui mengandung belerang.
Selanjutnya kita akan mengunjungi curug tiga sampai lima. Dua curug pertama yang akan kita jumpai selanjutnya adalah curug empat (Curug cibolang), loh kenapa curug tiganya dilewat? Bukan dilewat sih tapi Karena memang posisi curugnya yang berjajar dari curug tiga sampai lima dan posisi curug tiga ini berada di atas curug empat, sedangkan curug lima berada dibawahnya curug empat seperti curug satu & dua yang lokasinya berdekatan.
Curug keempat (Curug Cibolang) mempunyai ketinggian sekitar 30-50 meter dengan lebar kira-kira 5 m, namun yang menjadi cirinya adalah curug ini bertingkat walaupun tingkatannya pendek.  Selanjutnya Curug kelima atau Curug Cimantaja, terletak di bawah curug keempat, disebut demikian konon katanya berasal dari kata Cimata Raja atau air mata Raja, posisinya mirip dengan curug kedua yang berada dibawah dan tidak terlihat.
Selanjutnya ke curug ketiga, terletak di atas curug keempat, dengan kondisi jalan sedikit menanjak.  Di curug ini kondisinya hampir sama dengan curug keempat, namun yang membedakan disini terdapat banyak batu-batuan dan rimbunnya pohon, selain itu seringkali terlihat pelangi di curug ini.
Selanjutnya curug keenam (Curug Cileutik) dan ketujuh (Curug Cibuluh) memiliki ketinggian tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 30 m saja.  Untuk kondisi jalan menuju kesana sangat licin dan cukup berbahaya, disarankan untuk tidak kesana bila kurang berpengalaman.  Setelah melakukan perjalanan beberapa menit menyusuri jalan setapak tibalah di curug keenam yang berbentuk menyerupai huruf S.  Adapun letak curug ketujuh berada di bawah curug keenam.  Di curug ketujuh ini terdapat kolam kecil berukuran 3 m berbentuk setengah lingkaran dengan airnya berwarna kehijauan. 
Tak jauh dari curug keenam dan ketujuh ini terdapat lokasi wisata berupa Batu Kereta Api.   Disebut demikian karena memang bentuk batunya yang besar-besar seperti gerbong kereta dan berjejer kebelakang sebanyak 12 buah.  Sayangnya untuk mencapai lokasi ini cukup sulit  karena kondisi jalannya yang masih berupa tanah merah serta harus dipandu penduduk setempat karena memang terpencil letaknya.